Arsip untuk Mei, 2013

STRUKTUR PASAR

Posted: Mei 15, 2013 in Uncategorized

STRUKTUR PASAR

  1. I.            Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna (perfect competition) adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen.

 

5 karakteristik agar sebuah pasar dapat dikatakan pasar persaingan sempurna yaitu :

1)      Homogenitas Produk(Homogeneous Product)

2)      Pengetahuan Sempurna (Perfect Knowledge)

3)      Output Perusahaan Relatif Kecil (Small RelativelOutput)

4)      Perusahaan Menerima Harga Yang DitentukanPasar (Price Taker)

5)      Keleluasaan Masuk – Keluar Pasar (Free Entry and Exit)

 

Permintaan dan Penawaran Dalam Pasar Persaingan Sempurna

a)      Permintaan

slide0002_image001

Keterangan :

Diagram 8.1.a  Tingkat harga dalam pasar persaingan sempurna ditentukan oleh permintaan dan penawaran.

Diagram 8.1.b  Jumlah output perusahaan relative sangat kecil dibanding output pasar, maka berapa pun yang dijual perusahaan harga relative tidak berubah.

b)     Penerimaan

slide0002_image003

 

Keterangan :

Diagram 8.2.a Kurva permintaan (D) sama dengan kurva penarimaan rata – rata (AR) sama dengan kurva penerimaan marjinal (MR) dan sama dengan harga (P)

Diagram 8.2.b  Kurva penerimaaan total berbentuk garis lurus dengan sudut kemiringan positif, bergerak mulai dari titik (0,0).

 

  1. II.            Pasar Monopoli

Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”.

h5

Ciri-ciri Pasar Monopoli , yaitu :

ü  Tidak mempunyai barang pengganti

ü  Tidak dapat kemungkinan untuk masuk ke dalam industry

ü  Dapat mempengaruhi harga

ü  Promosi iklan kurang diperlukan

Faktor – faktor yang menimbulkan monopoli :

 

1.      Perusahaan monopoli pada umumnya dapat menikmati skala ekonomi hingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi

2.      Perusahaan monopoli mempunyai suatu sumber daya yang dapat dikatan unik dan tifak dimiliki perusahaan lain.

3.      Monopoli wujud dan berkembang melalui undang – undang, yaitu pemerintahan member hak monopoli kepada perusahaan tersebut.

 

  1. III.             Pasar Monopilistis

Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek.

Pada pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar monopoli atau oligopoli. Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan.

 

Struktur Pasar Persaingan Monopolistik

Struktur pasar monopolistik hampir sama dengan pasar persaingan sempurna. Di dalam industri terdapat banyak perusahaan yang bebas keluar masuk, namun produk yang dihasilkan tidak homogen melainkan terdiferensiasi (differentiated product), namun perbedaan barang antar satu produk dengan produk yang lain tidak terlalu besar.

Diferensiasi ini mendorong perusahaan untuk melakukan persaingan nonharga. Walaupun demikian output yang dihasilkan sangat mungkin saling menjadi subtitusi. Perusahaan memiliki kemampuan monopoli yang relatif terbatas.

 

Karakteristik Pasar Persaingan Monopolistik

  1. Produk yang terdiferensiasi (differentiated product).
  2. Jumlah perusahaan banyak dalam industry (large number of firms).
  3. Bebas masuk dan keluar pasar (free entry and exit).

 

Keseimbangan Pasar Monopolistik

Kurva permintaan lebih elastis (tidak sampai elastisitas sempurna) dibanding kurva permintaan pasar monopoli.

  • Dalam jangka pendek keseimbangan pasar:
  1. Kurva permintaan menurun sedikit demi sedikit akibatnya kurva D tidak berimpit dengan MR.
  2. Besarnya permintaan bukan permintaan seluruh pasar namun dari sebagian pasar.
  3. Keuntungan maksimum dicapai bila MR=MC

 

  • Keseimbangan pasar dalam jangka panjang:karena semakin banyaknya perusahaan yang masuk ke dalam pasar maka dalam jangka panjang perusahaan hanya akan memperoleh keuntungan normal namun perbedaannya dengan pasar persaingan sempurna adalah:
  1. P lebih tinggi, AC lebih tinggi.
  2. Kegiatan produksi belum mencapai kondisi yang optimal (saat AC terendah).

 

Penilaian Pada Pasar Persaingan Monopolistik

  • Penggunaan sumber daya/faktor-faktor produksi pasar persaingan sempurna lebih efisien dibanding pasar persaingan monopolistik karena kapasitas produksinya dibawah tingkat yang optimal.
  • Differensiasi produknya jauh lebih baik daripada pasar persaingan sempurna.
  • Dorongan untuk melakukan inovasi teknologi pada pasar ini sangat terbatas karena dalam jangka panjang pasar hanya dapat memperoleh keuntungan normal.
  • Distribusi pendapatan produsen merata.

 

Persaingan Bukan Harga

Persaingan bukan harga adalah kegiatan usaha diluar perubahan harga yang dilakukan oleh perusahaan untuk menarik lebih banyak pembeli.

Persaingan bukan harga dapat dibedakan menjadi dua jenis:

a)    Diferensiasi produk yaitu menciptakan barang sejenis tetapi berbedacoraknya dengan produksi perusahaan lain.

b)    Iklan dan berbagai bentuk promosi penjualan. Salah satunya kegiatanpenting yang dilakukan oleh monopolis adalah melakukan promosipenjualan secara iklan. Tujuan yang hendak dicapai adalah:

  • Untuk memperkenalkan produk kepada konsumen
  • Untuk menekankan bahwa barang yang dihasilkan perusahaannya adalah barang yang terbaik.
  • Untuk memelihara hubungan baik dengan para konsumen.

Persaingan Ekonomi Pasar Monopolistik

Persaingan monopolistik merupakan suatu jenis pasar yang digolongkan berdasarkan :

  1. Sejumlah besar perusahaan,
  2. Produk-produk yang dibedakan dan tidak dilihat sebagai pengganti sempurna oleh konsumen
  3. Beberapa kemampuan penjual untuk menetapkan harga yang mereka inginkan
  4. Jalan masuk bebas masuk dan keluar dari pasar tersebut
  5. Kepercayaan yang berat terhadap tindakan-tindakan non harga untuk membedakan produk seseorang.
  6. Bentuk pasar persaingan monopolistik adalah keadaan biasa yang ekstrim.
  7. Sebagian besar operasi-operasi eceran berada dalam bentuk pasar ini.

Efesiensi Pasar Persangan Monopolistik

Ada tiga bentuk efisiensi pasar berdasarkan pada tingkat penyerapan informasinya, yaitu

1.   Efisiensi pasar bentuk lemah adalah dimana harga saat ini telah memasukkan semua informasi perdagangan dan harga di masa lalu. Artinya harga saat ini merupakan alat prediksi terbaik harga masa mendatang.

2.   Efisiensi pasar bentuk semi kuat adalah dimana informasi yang tercermin dalam harga lebih dari sekedar sejarah harga, namun juga mencerminkan semua informasi yang tersedia secara umum.

3.   Efisiensi pasar bentuk kuat adalah dimana harga mencerminkan semua informasi yang kemungkinan semua dapat diketahui.

 

Kelebihan Pasar Persaingan Monopolistik

1. Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik baginya.

2.Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan produknya.

3.Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya.

4.Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen, karena sebagian besar kebutuhan sehari-hari tersedia dalam pasar monopolistik.

 

Kelemahan Pasar Persaingan Monopolistik

1.Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi, baik dari segi harga, kualitas maupun pelayanan. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar.

2.Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.

3. Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk yang harus dibayar oleh konsumen.

 

  1. IV.            Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Pasar Oligopoli adalah suatu pasar dimana terdapat beberapa produsen yang menghasilkan barang-barang yang saling bersaingan. Ini merupakan sifat utama dari pasar oligopoli Pasar Oligopoli merupakan salah satu jenis dari pasar persaingan tidak sempurna. Dimana pasar Oligopoli merupakan pasar yang hanya terdapat beberapa perusahaan atau penjual yang memproduksi barang sejenis.
Faktor-faktor Penyebab terbentuknya Pasar Oligopoli
a. Efisiensi Skala Besar

b. Kompleksitas Manajemen

 

Ciri – Ciri Pasar Oligopoly
a. Pasar oligopoly hanya terdiri atas sekelompok kecil perusahaan.
b. Barang yang diproduksi adalah barang yang standar, bersifat homogen dan bisa juga berbeda

c. Terdapat banyak pembeli di pasar

d. Hanya ada beberapa perusahaan(penjual) yang menguasai pasar.

e. Adanya hambatan bagi pesaing baru.

f. Adanya saling ketergantungan antar perusahaan (produsen).

h. Advertensi (periklanan) sangat penting dan intensif.

i. Sulit Dimasuki Perusahaan Baru

j. Harga Jual Tidak Mudah Berubah

 

Sifat- sifat pasar oligopoly :

  1. Harga produk yang dijual relatif sama
  2. Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
  3. Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
  4. Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain

 

Faktor – Faktor Penghambat Pasar Oligopoli

  1. Hak paten yang tidak memungkinkan perusahaan lain memproduksi barang yang sama.
  2. Modal yang di butuhkan terlalu besar, para pengusaha enggan untuk menanggung risiko yang besar.
  3. Perusahaan lama telah terkenal sehingga sulit untuk tersaingi sehingga menimbulkan risiko yang besar bagi perusahaan baru.
  4. Skala Ekonomis
  5. Ongkos produksi yang berbeda antar perusahaan

 

Kelebihan Dan Kelemahan Pasar Oligopoli

a. Kelebihan pasar oligopoly

  1. Memberi kebebasan memilih bagi pembeli.
  2. Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk.
  3. Lebih memperhatikan kepuasan konsumen karena adanya persaingan penjual.
  4. Adanya penerapan teknologi baru

 

b. Kelemahan pasar oligopoly

  1. Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan
  2. Harga yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong timbulnya inflasi
  3. Bisa timbul pemborosan biaya produksi
  4. Sulit ditembus / dimasuki perusahaan baru
  5. Bisa berkembang ke arah monopoli perusahaan dalam pasar oligopoli

 

Macam – Macam Pasar Oligopoli
a. Oligopoli murni adalah menjual barang yang homogen.

Biasanya banyak dijumpai dalam industri yang menghasilkan bahan mentah atau merupakan praktek oligopoli dimana barang yang diperdagangkan merupakan barang yang bersifat identik.
b. Oligopoli Diferensial

adalah menjual barang berbeda corak. Barang seperti itu umumnya adalah barang akhir atau merupakan suatu bentuk praktek oligopoli dimana barang yang diperdagangkan dapat dibedakan.

 

Hubungan Antara Perusahaan-perusahaan Dalam Pasar Oligopoli

  • Oligopoli dengan kesepakatan (Collusive Oligopoly)

Kesepakatan antara perusahaan dalam pasar oligopoli biasanya berupa kesepakatan harga dan produksi (kesepakatan ini kadang disebut sebagai “kolusi” atau “kartel”) dengan tujuan menghindari perang harga yang akan membawa kerugian bagi masing-masing perusahaan pada kondisi tertentu (contoh adalah kesepakatan produksi dan harga pada OPEC). Bentuk persepakatan ini biasanya mengatur tentang banyaknya jumlah produksi yang boleh dihasilkan oleh masing-masing perusahaan berikut dengan harganya yang sama juga. Kesepakatan dalam jumlah produksi dapat berupa pembagian secara merata, yaitu pembagian produksi yang didasarkan pada banyaknya jumlah permintaan efektif di pasar terhadap jumlah perusahaan yang menghasilkan produk yang sama.

  • Oligopoli tanpa kesepakatan (Non Collusive Oligopoly)

Terdapat beberapa hal yang mungkin terjadi dalam pasar persaingan ini sehubungan dengan tingkat harga dan jumlah produksi (produk yang dihasilkan relatif sama) yaitu sebagai berikut :

1)      Bila terdapat satu perusahaan yang mencoba memperbanyak jumlah produksinya agar harga jual produknya relatif lebih murah dibandingkan dengan pesaingnya, maka biasanya langkah ini akan diikuti oleh pesaing dengan menurunkan harga jual produknya.

2)      Bila satu perusahaan mulai menurunkan harga jual produknya tanpa menambah jumlah produksinya dengan maksud untuk menguasai pangsa pasar, maka langkahnya akan diikuti oleh perusahaan lain, baik dengan cara menurunkan harganya semata atau menurunkan harga dengan cara menjual lebih banyak produknya di pasar.

3)      Bila satu perusahaan menaikkan harga jual produknya, baik dengan cara langsung pada
penurunan harga ataupun dengan cara mengurangi jumlah produksinya, maka perusahaan lain relatif tidak akan mengikutinya.

 

Dampak Positif dan Negatif Pasar Oligopoli

  1. Dampak Positif Pasar Oligopoli

Karena keuntungan yang besar maka dapat menciptakan inovasi yang sangat berguna, bahkan lebih baik dari monopoli. Oligopolis biasanya menggunakan sebagian dari kentungan mereka untuk Penelitian dan Pengembangan sehingga memberi dampak positif bagi kemajuan teknologi

  1. Dampak Negatif Pasar Oligopoli
    1. Kemungkinan adanya keuntungan yang terlalu besar (excess profit) yang dinikmati oleh para produsen oligopoli dalam jangka panjang.
    2. Kemungkinan adanya ketidak efisienan produksi karena setiap produsen tidak beroperasi pada AC minimum.
    3. Kemungkinan adanya “eksploitasi” terhadap konsumen maupun buruh seperti kasus monopoli.
    4. Ketegaran harga (terutama ke bawah) sering dikatakan menunjang adanya inflasi yang kronis; dan ini merugikan masyarakat secara makro.

 

Perilaku Oligopoli

Perilaku oligopoli tidak dapat digambarkan secara menyeluruh dan umum, tetapi merupakan teori-teori khusus yang menggambarkan perilaku untuk mencapai tujuannya (kinerja industri). Kesulitan pertama karena adanya indeterminate, yakni tidak ada titik keseimbangan yang deterministik. Beberapa teori yang diuraikan tadi adalah sekadar ilustrasi bagaimana berbagai teori itu disusun dan dirumuskan dengan asumsi-asumsinya masing-masing. Setiap pengritik, akan melihat bahwa kelemahan-kelemahan teori itu terletak pada asumsi-asumsinya.

Para ahli organisasi industri bertolak dari struktur telah mencoba melakukan kajian tentang perilaku industri oligopoli yang kolusif, yakni model pimpinan harga. Hal ini pun masih dibagi lagi atas tiga tipe, yakni tipe yang mempunyai biaya rendah, perusahaan yang dominan, dan barometrik. Teori ini menganggap bahwa perusahaan yang berskala besar mengetahui seluruh biaya perusahaan dan permintaan pasar. Semakin rendah tingkat harga semakin besar bagian kebutuhan pasar yang dapat dipasok oleh perusahaan yang berskala besar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan